jump to navigation

Peluang Bisnis Salon Muslimah Januari 6, 2011

Posted by Raja Stationery in Peluang Bisnis.
trackback

Bisnis perawatan tubuh atau salon mulai tersegmentasi sesuai dengan target pasar. Salah satunya adalah salon khusus perempuan muslim, yang ditawarkan Iltidas, pemilik Zaza Salon di Kudus, Jawa Tengah. “Salon khusus para muslimah masih sangat minim,” ucapnya.

Padahal, permintaan salon khusus seperti ini sangat besar. Maklum, Indonesia merupakan negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia. “Saat hijrah dari Surabaya ke Kudus, saya kerap mendengar keluhan para istri yang kesulitan mencari salon khusus muslimah,” katanya. Tiga tahun yang lalu, Iltidas mulai mencoba bisnis ini.

Pilihan usahanya jatuh di Kudus karena mayoritas penduduknya beragama Islam. Tak mengherankan jika omzet Zaza Salon terus tumbuh saban bulan sejak pertama kali dibuka. Saat ini, rata-rata omzet Zaza Salon antara Rp 15 juta-Rp 20 juta tiap bulan.

Melihat perkembangan yang bagus tersebut, Iltidas mencoba mematangkan konsep bisnisnya dalam format kemitraan. Harapannya, konsep baru itu bisa mengembangkan usahanya lebih besar lagi. Jadi, tidak hanya di Kudus tapi di kota-kota lain di Indonesia. “Pasarnya besar dan bisnis ini sudah stabil. Jadi, kenapa tidak berekspansi?” ucapnya.

Iltidas pun mulai menawarkan kemitraan Zaza Salon kepada publik pada bulan Juli lalu. Tanggapan masyarakat cukup positif. Terbukti sudah ada tiga calon mitra di Jepara, Salatiga, dan Solo, meski masih dalam tahap negosiasi.

Zaza Salon menawarkan kemitraan dengan total investasi sekitar Rp 80 juta. Dana ini termasuk biaya kemitraan sebesar Rp 25 juta, belanja peralatan salon, seperti gunting, sisir, pengering rambut, alat cuci rambut dan creambath dengan nilai Rp 25 juta. Untuk bahan salon, Iltidas mengatakan, calon mitra boleh mengambilnya dari pusat atau membeli sendiri.

Iltidas juga akan memberikan materi promosi dan biaya renovasi gerai. “Calon mitra juga akan dibantu dalam proses seleksi karyawan hingga pelatihan. Sudah all in,” tandasnya. Nantinya, para calon mitra tinggal mencari lokasi gerai yang strategis untuk usaha salonnya.

Terobosan baru

Di sisi lain, Iltidas menuntut calon mitranya berkomitmen penuh dalam menjalankan prosedur operasional (SOP) yang diterapkan pihak Zaza Salon. Ia tidak mau kredibilitas Zaza Salon sebagai salon Islami terganggu oleh investor yang setengah hati menjalankan bisnisnya. “Makanya saya agak selektif, karena ini bukan sekadar bisnis,” ucapnya.

Berdasarkan analisis keuangan Zaza Salon, mitra bakal menemui titik impas dalam waktu delapan hingga 10 bulan setelah beroperasi, dan tergantung lokasi usaha. Kondisi itu terjadi jika estimasi omzet sebulan sebesar Rp 22,5 juta dan laba bersih sekitar Rp 2,47 juta.

Anang Sukandar, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), menyatakan, usaha salon mempunyai prospek yang cukup bagus. Pasalnya, saat ini semakin banyak orang yang sadar akan penampilan dan kecantikan, terutama wanita yang rutin ke salon.

Anang menilai, Zaza Salon merupakan sebuah inovasi dan terobosan baru yang perlu mendapat apresiasi. Apalagi paket investasi yang ditawarkan wajar. (peluangusaha.kontan.co.id)

=====================###====================

Bisnis salon memang sudah menjamur di mana-mana. Namun, salon yang khusus menyasar kaum perempuan muslim berkerudung terbilang masih sedikit. Dan, ini yang membuat bisnis salon tersebut cukup menjanjikan. “Usaha ini punya prospek cerah,” kata Suharni, pemilik Mutia Salon Muslimah.

Berkah Berlimpah, peminat menjadi mitra Mutia Salon Muslimah membludak. Baru enam bulan menawarkan kemitraan, “Saat ini, kami sudah punya 13 mitra. Tiga mitra sudah beroperasi dan sepuluh mitra lainnya akan beroperasi dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Tiga mitra yang sudah mengoperasikan Mutia Salon Muslimah berada di daerah Pati, Jepara, dan Purwodadi, Jawa Tengah. Sedang, sepuluh mitra lainnya akan mendirikan usaha salonnya di sejumlah lokasi, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bangka Belitung.

Sejatinya, Mutia Salon Muslimah menyediakan layanan yang tidak berbeda dengan salon pada umumnya. Misalnya, creambath, masker rambut, hairspa, gunting, rebonding, pijat, lulur, masker tubuh, sauna,manicure, pedicure, refleksi, totok aura, dan perawatan telinga dan mata. Yang membedakan, khusus perempuan muslim yang berjilbab saja.

Tapi, Mutia Salon Muslimah tidak menawarkan layanan suntik silikon, pasang susuk, cabut alis, waxing, sambung rambut, dan pewarnaan rambut. “Jasa-jasa itu pantangan karena tidak sesuai dengan ajaran Islam,” ujar Suharni.

Meski menyasar perempuan muslim berjilbab, Suharni mengatakan, kenyataannya banyak juga pelanggan wanita muslim tidak berjilbab dan nonmuslim yang datang ke Mutia Salon Muslimah. Soalnya, “Tenaga kerja di salon kami semuanya perempuan,” kata Suharni.

Empat paket investasi

Nah, bagi Anda yang ingin menjadi mitra, Mutia Salon Muslimah menyediakan empat paket investasi.

Paket pertama atau Mutia, dibanderol dengan nilai investasi Rp 140 juta. Pada paket ini, mitra akan mendapat fasilitas dan perlengkapan salon yang komplet, mulai renovasi interior dan penyediaan furnitur, hingga suplai obat-obatan salon. Selain itu, mitra juga memperoleh pelatihan karyawan, software keuangan, dan pendampingan bisnis selama lima tahun. “Promosi juga akan kami bantu,” kata Suharni yang biasa disapa Ani.

Paket kedua atau Ekstra, nilai investasinya Rp 90 juta. Semua fasilitas dan perlengkapan yang didapat mitra tidak jauh berbeda dengan paket pertama. Hanya saja, jangka waktu pendampingan di paket ini lebih pendek, yaitu hanya tiga tahun.

Dua paket lainnya, yakni Paket Mandiri 1 dan Paket Mandiri 2, masing-masing biaya investasinya hanya sebesar Rp 65 juta dan Rp 40 juta. Fasilitas yang didapat juga tidak berbeda dengan paket sebelumnya. Namun, pada kedua paket ini, pemilik modal tidak berhak memasang nama Mutia Salon Muslimah. Jadi, mereka harus menggunakan merek sendiri. “Paket Mandiri 1 dan Mandiri 2 cocoknya untuk di kota-kota kecil,” kata Ani.

Sementara untuk paket Mutia dan Ekstra, Ani menyatakan, lebih menyasar pemodal yang memang serius mengembangkan merek Mutia Salon Muslimah. “Rata-rata calon mitra cenderung memilih paket Ekstra,” ujar Ani.

Dari tiga gerai milik mitra yang sudah beroperasi, rata-rata setiap harinya disambangi oleh 20 orang. “Jika dikalkulasikan, rata-rata omzetnya bisa sekitar Rp 30 juta per bulan,” ungkap Ami.

Tentu saja, Anda tetap harus cermat berhitung agar tetap beruntung. (peluangusaha.kontan.co.id)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: