jump to navigation

Peluang Bisnis Kuliner Gerai Pastel Januari 6, 2011

Posted by Raja Stationery in Peluang Bisnis.
trackback

Bisnis makanan memang tidak ada matinya. Selalu saja, ada jenis makanan baru yang bisa dijadikan sebagai peluang usaha baru. Bahkan, ragam kudapan lama pun tetap bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, dengan catatan jeli melihat pasar.

Salah satunya, pastel. Meski statusnya hanya jajanan pasar, bisnis makanan ini cukup menggiurkan. Seperti yang diungkapkan oleh Eka, pemilik waralaba de’Pastel.
Menurutnya, jajanan pastel mempunyai penggemar tersendiri. Apalagi, jika pastel yang dijual mempunyai rasa yang gurih dan nikmat.

Ambil contoh, di gerai pastel milik Eka yang terletak di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Setiap hari, gerainya itu bisa menjual antara 500 hingga 600 pastel.
Pastel sebanyak itu ludes dibeli pelanggannya hanya dalam waktu beberapa jam saja. “Di atas jam 12 siang, pastel pasti sudah habis,” katanya. Eka sendiri mempunyai dua gerai de’Pastel lainnya di wilayah Ciputat.

Ada dua jenis pastel yang disajikan de’Pastel. Pertama, pastel dengan isi daging asap dan ayam. Pastel jenis ini dijual dengan harga Rp 2.000 per biji. Kedua, pastel tanpa isi daging asap dan ayam yang ditawarkan dengan harga Rp 1.000 per biji.

Jika dihitung, omzet yang diraup Eka setiap bulannya minimal mencapai Rp15 juta. Ia bilang, lantaran rasa pastelnya yang gurih dan nikmat itu, banyak pelanggan yang ingin membeli waralaba de’Pastel. Setelah berpikir panjang, ia pun akhirnya menawarkan waralaba pastelnya sejak sejak sembilan bulan lalu dengan nama de’Pastel.

Dua tawaran investasi

Ada dua jenis investasi waralaba yang ditawarkan oleh de’Pastel. Pertama, paket indoor dengan nilai investasi sebesar Rp 20 juta. Kedua, paket outdoor dengan nilai investasi Rp 9 juta.

Paket indoor, Eka menjelaskan, diperuntukan bagi calon mitra yang ingin membuka gerai di dalam mal atau pusat perbelanjaan. Sedangkan, paket outdoor khusus buat mitra yang ingin membuka gerai di depan minimarket.

Dalam hitungan Eka, dengan penjualan minimal 70 pastel per hari dan harga jual Rp 2.500 per biji, investasi sudah bisa kembali dalam waktu enam bulan. “Pada umumnya, penjualan minimal bisa sampai 300 pastel per hari,” ujar Eka berpromosi.

Eka mengaku, saat ini, ia baru memiliki satu mitra yang membeli waralabanya dengan investasi sebesar Rp 20 juta. Sebenarnya, dia mengungkapkan, peminat waralaba de’Pastel sudah cukup banyak, terutama dari luar daerah.

Namun, karena belum memiliki master francise di luar Tangerang Selatan, ia pun menunda penjualan waralaba di luar wilayahnya itu. “Nanti, kami akan sulit memasok bahan baku dan memantaunya,” ujar perempuan berusia 29 tahun itu.

Selain pastel, di gerai de’Pastel juga menjual risoles dengan bermacam rasa. Misalnya, risoles original, american risoles, risoles ragout, risoles ayam, dan risoles daging. Aneka jajanan tersebut disediakan untuk melengkapi etalase barang dangangan di gerai de’Pastel.

Sama seperti berjualan jenis makanan lainnya, untuk membuka gerai de’Pastel, Eka menyarankan, untuk memilih lokasi yang cukup ramai. Sebab, salah satu mitranya yang membuka gerai di Mal WTC Serpong, Tangerang Selatan, kini belum juga bisa memenuhi target penjualan. “Sekarang dia sedang mencari tempat yang baru,” katanya. (peluangusaha.kontan.co.id)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: