jump to navigation

Peluang Bisnis Furnitur Anak Januari 6, 2011

Posted by Raja Stationery in Peluang Bisnis.
trackback

Sepertinya, perabot untuk anak yang berbahan besi dan kayu dengan desain klasik memberi kesan berat. Karena itu, kini banyak penyedia furnitur anak yang memberikan kesan terang dan indah untuk menggantikan furnitur kelas berat tersebut. Para produsen furnitur anak pun harus berinovasi supaya mampu bertahan di tengah persaingan yang ketat.

Warna-warna cerah bisa memberi efek ceria dan membangkitkan semangat anak-anak. Tidak cuma berlaku pada pakaian, ruang tidur pun membutuhkan kelir yang ceria agar anak Anda kerasan dan nyaman.

Ingin membantu para orang tua merencanakan kamar untuk buah hatinya, sekarang banyak bermunculan penyedia pelbagai furnitur dan perlengkapan ruang tidur bagi anak dan bayi.

Salah satu pemainnya, Kidsroom Bedding. Berawal dari keinginan untuk membuat kamar anaknya sendiri, para pemilik Kidsroom Beddings membuka gerai pertamanya pada 2001. Di awal-awal bisnis, Kidsroom Beddings hanya melayani pesanan konsumen.

Produksinya juga lebih fokus pada produk furnitur. “Waktu itu furnitur anak bentuknya biasa saja,” kata Dina Rahadian, salah satu pemilik Kidsroom Beddings.

Dua tahun kemudian, Kidsroom Beddings memperluas pasar dengan menambah jenis produk yang dijual. Mereka juga menyediakan beragam perlengkapan untuk kamar tidur anak, mulai dari handuk, batal, selimut hingga bed cover.

Gerai Kidsroom Beddings di Jalan Benda, Kemang, contohnya, menyediakan one stop shoppingperlengkapan kamar tidur anak. “Kami juga menjadi dekorator kamar anak, karena sekaligus untuk mengukur kebutuhan ruang tersebut,” imbuh Dina.

Jadi, mulai mengukur luas ruangan, mendesain tempat tidur yang pas, menata letak perabot, hiasan dinding, atau peletakan mural yang lucu, semua bisa ditangani Kidsroom Beddings.

Sejauh ini, kendala yang sering muncul di usaha tersebut adalah keengganan orang tua mengeluarkan duit yang banyak untuk kamar anak. Itu sebabnya, bisnis ini terutama membidik pasar kalangan atas.

Biasanya, perlengkapan standar untuk satu ruangan terdiri dari tempat tidur ukuran 100×200 cm, lemari dua pintu, meja belajar kalau si anak sudah cukup besar, dan nakas di samping tempat tidur. Adapun untuk ruang bayi biasanya diperlukan tempat tidur bayi, changing table, dan lemari. “Harganya mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 15 juta,” kata Adira Meria, pemilik Kidsroom Beddings yang lain.

Tapi, harga itu masih bisa naik kalau ruangannya luas dan membutuhkan tambahan perabotan, misalnya saja, lemari hingga empat pintu dan pernak-pernik lainnya. Lama pengerjaan, mulai dari pra-produksi, pengukuran luas ruangan, hingga produk jadi, antara satu setengah bulan sampai dua bulan.

Setiap bulan Kidsroom Beddings bisa menerima 10 pesanan. Mereka mempunyai workshop atau bengkel sendiri untuk mengerjakan semua order tersebut. Di workshop itu, Kidsroom Beddings mempekerjakan sekitar 10 orang untuk menggarap pesanan dari kliennya.

Kidsroom Beddings menggunakan kayu kamper untuk perabot kamar tidur anak dan bayi. Dina mengatakan, selama ini, semua produknya hanya memakai bahan baku lokal.

Tak disangka, tren bisnis perancangan kamar anak ini terus berkembang. Alhasil, banyak pemain baru yang terjun ke bisnis tersebut. Bahkan, ada konsumen Kidsroom Beddings yang juga membuka usaha yang sama.

Persaingan yang kian ketat itu membuat Kidsroom Beddings terus mengembangkan desain baru yang lebih inovatif. “Saat ini, sudah ada antara 30 hingga 40 tema untuk ruang anak,” kata Menik Hendrahayu yang bergabung di Kidsroom Beddings sekitar 2003.

Kidsroom Beddings saat ini juga menjual beddings atau perlengkapan kamar anak dengan sistem konsinyasi di toko-toko perlengkapan bayi dan anak serta department store. Mereka, antara lain memasok bermacam produk beddings di Metro, Alun-Alun Jakarta, dan Bali, beberapa outlet Rumah Kita.

Harga produk-produk beddings Kidsroom Beddings, mulai dari Rp 50.000 hingga mencapai Rp 1 juta. Adapun untuk produk furnitur, mulai dari Rp 1,2 juta untuk nakas. Harga nakas ini juga tergantung dari desain dan tingkat kerumitannya. Jadi, “Omzet per bulan kami kira-kira sekitar Rp 100 juta,” kata Dira.

Pemain lain di bisnis furnitur anak, yakni Seven Colour. Hanya, Seven Colour tidak membuat produknya di sini. Mengincar pasar menengah ke atas, perusahaan furnitur anak dan remaja ini mengimpor produk dari China.

Harga furnitur produk Seven Colour ini, mulai dari Rp 7 juta. “Harga kami memang tinggi, tapi kami menjamin kualitas dan pelayanan Seven Color tidak mengecewakan, karena kami memiliki standar internasional,” kata Supervisor Seven Colour Cahyadi.

Jenis furnitur yang paling banyak dipesan adalah, tempat tidur bertingkat. Pasalnya, selain harganya relatif terjangkau, yaitu Rp 7 juta per unit, tempat tidur ini bisa menampung dua anak. “Tempat tidur bertingkat kebanyakan dipilih oleh anak laki-laki,” ujar Cahyadi.

Untuk tempat tidur custom, semisal, berbentuk mobil-mobilan atau ranjang bergaya putri kerajaan, perlu waktu satu bulan atau paling cepat satu pekan.

Selain ranjang, Seven Colour menyediakan pelbagai macam furnitur lain, seperti lemari, meja belajar, meja rias, rak buku, dan pernak-pernik untuk mempercantik ruang tidur anak. Mereka juga menerima desain dan pemasangan wallpaper untuk kamar anak-anak. Untuk penyediaan desain sekaligus pemasangannya, Seven Colour memungut biaya Rp 2,2 juta per meter persegi.

Sayangnya, Cahyadi enggan mengungkapkan besaran omzet per bulan. Ia hanya mengatakan, paling sedikit dalam sehari ada satu produk furnitur yang terjual.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: