jump to navigation

Peluang Bisnis Bengkel Sepeda Motor Januari 6, 2011

Posted by Raja Stationery in Peluang Bisnis.
trackback

Pertumbuhan penjualan sepeda motor terus melesat. Tentu saja, ini menjadi peluang bagi usaha bengkel sepeda motor karena sepeda motor itu membutuhkan perawatan rutin.

Salah satu yang menangkap peluang ini adalah Mr Montir. Setelah tujuh tahun berdiri, November 2009, bengkel yang berada di bawah PT Techno Motor Indonesia ini mulai menawarkan waralaba.

Menurut Presiden Direktur PT Techno Motor Indonesia Davy Makimian, pangsa pasar bengkel sepeda motor sangat luas. Dalam hitungannya, ada sekitar 40 juta pengendara sepeda motor yang harus masuk ke bengkel untuk perawatan kendaraan.

Dari jumlah itu, 7,5 juta tertampung di 5.000 bengkel resmi. Adapun sisanya yakni 30 juta sepeda motor lainnya masuk ke bengkel tak resmi. “Ini pangsa pasar yang menggiurkan,” ujarnya. Bila biaya sekali servis dan ganti oli sekitar Rp 60.000-Rp 70.000, dengan 30 juta unit sepeda motor maka duit yang berputar di bisnis ini bisa mencapai Rp 1,8 triliun sampai Rp 2,1 triliun.

Menawarkan waralaba, Mr Montir mengaku menggabungkan kualitas bengkel resmi dengan harga bengkel jalanan. Selain itu, Mr Montir menyediakan suku cadang, aksesori, modifikasi, cuci dan salon sepeda motor.

Ia juga bekerja sama dengan Shell Indonesia dan mitra Pertamina. Dengan cara ini, Mr Montir bisa menyediakan produk semurah mungkin, hingga bisa menjadi pemasok bagi bengkel kecil di sekitarnya.

Sampai saat ini, Mr Montir sudah memiliki tujuh gerai. Dari ketujuh gerai itu, baru satu gerai saja yang dimiliki mitra. Gerai-gerainya tersebar di Tangerang, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Bogor.

Dalam waktu dekat, Mr Montir akan membuka 18 mitra di Jabodetabek. Ia pun tengah menghadapi serbuan calon mitra yang hendak membuka cabang Mr Montir.

Davy bilang, pada Franchise & License Expo Indonesia 2010 di Jakarta lalu, ada 2.139 aplikasi yang masuk sebagai peminat waralaba Mr Montir. “Jumlah ini delapan kali lipat dari prediksi saya,” ujar Davy. Dari jumlah aplikasi itu, 400 diantaranya sudah memiliki lahan yang siap disurvei. Mereka berasal dari Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

Lantaran peminat yang membludak itu, Davy mengerek target pendirian mitra menjadi 400 mitra pada 2011, dari rencana awal 250 mitra. Ia juga akan merambah lima kota besar di Indonesia.

Setiap calon mitra harus menyediakan dana Rp 199 juta. Dana ini untuk franchise fee Rp 50 juta, dan sisanya untuk peralatan standar, lima bikelift, seragam, toolbox dan pegawai.

Investasi ini juga termasuk furnitur, komputer, training selama dua minggu dan pajak reklame setahun. “Tapi, itu di luar biaya lokasi,” kata Joppy Lizardo, Marketing PT Techno Motor Indonesia. Calon mitra harus memiliki lahan 80 m² atau ruko minimal ukuran 4,5 meter x 15 meter. Joppy mengklaim, modal mitra akan kembali pada bulan ke-20.

Ketua Dewan Pengarah Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Amir Karamoy menilai dana investasi Rp 199 juta terlalu besar untuk waralaba yang hanya melayani servis sepeda motor. Ia menyarankan Mr Montir juga menyediakan layanan pengantar sepeda motor ke rumah konsumen. “Ia juga harus memiliki spesifikasi yang jelas. Tak hanya melayani reparasi atau servis,” tutur Amir.

Namun, Amir menilai prospek bisnis bengkel cukup bagus karena pengguna sepeda motor yang cukup besar. Apalagi, pemerintah berencana mengurangi subsidi BBM yang diprediksi akan memangkas pengguna mobil dan beralih ke sepeda motor. (peluangusaha.kontan.co.id)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: