jump to navigation

Peluang Bisnis Kubah Masjid Januari 5, 2011

Posted by Raja Stationery in Peluang Bisnis.
trackback

Usaha pembuatan kubah masjid di negeri ini sudah ada sejak puluhan tahun lampau. Belakangan, usaha ini makin berkembang seiring dengan maraknya proyek pembangunan dan renovasi rumah ibadah umat muslim di berbagai daerah. Seorang produsen kubah masjid bisa meraup omzet Rp 50 juta per bulan seiring peningkatan permintaan kubah masjid.

Kubah identik dengan masjid, tempat beribadah umat Islam. Kehadiran kubah di atap masjid juga memperelok bangunan masjid. Banyak masjid berdiri pertanda kesadaran beribadah makin meningkat. Nah, bagi para pengusaha kubah, banyak proyek masjid pertanda rezeki makin lancar.

Dengar saja penuturan Afifudin Hidayat, salah seorang perajin kubah masjid. Pria yang akrab disapa Afif itu menekuni usaha pembuatan kubah masjid sejak tahun 1995. Bendera usahanya adalah CV Sinar Surya Abadi di Sidoarjo, Jawa Timur.

Sebelum menekuni usaha pembuatan kubah, dia pernah mendirikan rumah industri pembuatan peralatan rumahtangga dari bahan pelat baja tahan karat (stainless), seperti pembuatan panci, wajan, dan perkakas rumah tangga lainnya.

Dalam perjalanannya, Afif mendapat pesanan dari salah satu pelanggannya untuk membuat kubah masjid. Sejak itulah, dia mulai melirik bisnis kubah.

Awalnya, pria berusia 45 tahun ini hanya menerima pesanan dari pelanggan di sekitar Sidoarjo. Pesanan kubah pun makin bertambah, apalagi Afif sering mengajukan proposal penawaran kubah ke proyek pembangunan masjid. “Permintaannya datang dari seluruh Indonesia,” imbuh dia.

Sekarang, dalam sebulan, Sinar Surya Abadi rata-rata menerima lima permintaan pembuatan kubah dengan bentuk, ukuran, bahan baku, dan motif yang berbeda-beda. Dari usaha ini, Afif bisa mengantongi omzet sekitar Rp 50 juta per bulan.

Biasanya, Afif dan 15 orang karyawannya membuat kubah dengan diameter 10 meter-17 meter (m). Kubah itu dijual dengan harga berkisar Rp 20 juta hingga
Rp 150 juta per unit. “Harganya bisa lebih mahal jika ditambah dengan desain bentuk dan motif yang rumit,” jelasnya.

Afif memberi contoh, dia pernah membuat kubah ukuran raksasa dengan ornamen tulisan kaligrafi di dalamnya. Pengerjaan kubah itu memakan waktu hingga sekitar dua bulan. Beberapa contoh kubah karya Afif saat ini menghiasai atas Masjid Agung Balikpapan di Kalimantan Timur, serta masjid di salah satu politeknik di Semarang, Jawa Tengah.

Pelaku usaha lainnya yang juga tergiur mendulang rezeki dari bisnis kubah adalah Juriani Rizki di Kendal, Jawa Tengah. Dengan bendera usaha Kuncup Abadi, dia baru mulai menekuni usaha ini pada tahun 2006.

Berbeda dengan Afif, Juriani mengaku, bisnisnya masih dalam tahap pengembangan. Maklum, pria berusia 52 tahun ini masih menganggap bisnis pembuatan kubah sebagai usaha sambilan. Profesi utamanya adalah bertani. Karena itu, Juriani tidak terlalu gencar menawarkan kubah ke berbagai proyek pembangunan masjid. Pelanggannya pun masih terbatas dari proyek-proyek masjid di daerah Kendal.

Selain menganggap sebagai usaha sampingan, Juriani belum mengembangkan bisnis kubah masjid karena modal promosi ke berbagai daerah masih minim.

Kendati hanya usaha sampingan, hasil berbisnis kubah masih lumayan. Sebulan, Juriani mengklaim mampu memenuhi permintaan pembuatan kubah tiga hingga 10 unit.

Harga jual kubah produksi Kuncup Abadi bervariasi, mulai dari Rp 175.000 per unit dengan diameter 60-70 cm, hingga Rp 150 juta per unit untuk kubah berdiameter 20 meter. Setiap bulan, Juriani bisa meraup omzet sekitar Rp 10 juta.

Dia selama ini kerap mendapat order pembuatan kubah kecil dengan nilai pas-pasan saja. “Pemesan kubah dengan nilai proyek besar mungkin sekitar dua tahun sekali,” katanya.

Sebelum memulai proses pembuatan kubah, biasanya Juriani melakukan survei lokasi terlebih dahulu. Tujuannya agar dia bisa berdiskusi dengan kliennya tentang bentuk, bahan, dan ukuran kubah yang cocok dengan ukuran masjid. (peluangusaha.kontan.co.id)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: