jump to navigation

Peluang Bisnis Kemitraan Binatu Januari 5, 2011

Posted by Raja Stationery in Peluang Bisnis.
trackback

Kemitraan usaha laundry memang bukan tawaran baru lagi. Mulai dari waralaba lokal sampai waralaba luar, semua sudah ada. Gerai penyedia jasa binatu pun bertebaran di mana-mana.

Jaringan kemitraan atau waralaba laundry semakin menjamur di berbagai daerah. Semakin banyak penyedia jasa laundry, semakin ketat persaingan di bisnis ini. Para pengusaha penyedia jasa binatu pun dipacu untuk terus berkreasi.

Konsep pelayanan yang berbeda ataupun strategi pemasaran menjadi salah satu cara memuluskan usaha di jasa laundry ini. Seperti yang dilakukan Dedi Setiadi, yang menciptakan konsep bisnis pencucian pakaian yang berbeda dengan lainnya.

Melalui PT Pro Teknologi, Dedi menawarkan konsep jasa laundry mart alias menyediakan tempat pencucian baju. Namanya, Laverie LaundryMat. Konsep ini sudah jamak ditemukan di negara-negara Eropa dan Amerika.

Di sini, konsumen dapat melakukan sendiri proses pencucian pakaiannya dengan fasilitas mesin cuci modern yang berjajar rapi. Tarifnya tidak berdasarkan ukuran berat, namun berdasarkan frekuensi. Sekali cuci dipungut biaya Rp 20.000. Namun, dia tetap menerima layanan jasa pencucian baju lazimnya usahalaundry, jika pelanggannya enggan mencuci sendiri.

Sebelum meluncurkan konsep laundry ini pada akhir 2009, Pro Teknologi telah menawarkan kemitraanlaundry bernama Dressed Laundry. Selain menawarkan jasa pencucian baju, Dressed Laundry juga menyediakan jasa bersih-bersih ruangan atau cleaning service.

Sejak dua bulan lalu, Dedi menawarkan kemitraan Leverie Laundry. Dia lebih suka menawarkan kemitraan ini lebih dulu ketimbang membuka cabang sendiri. “Sudah ada satu mitra yang berminat, mungkin akan buka dua bulan lagi di Bandung,” ungkap dia.

Dedi menawarkan tiga paket kemitraan. Paket pertama, Laverie 1 senilai Rp 650 juta. Paket kedua, Laverie 2 senilai Rp 850 juta. Paket ketiga, Laverie 3 dengan harga Rp 1,2 miliar.

Pada ketiga paket investasi ini, Dedi akan memberikan jenis peralatan operasional yang sama. Perbedaannya hanya dalam kuantitas masing-masing peralatan, sesuai dengan besaran paket investasi yang dipilih calon mitra.

Misalnya, paket Laverie 1 akan mendapatkan mesin cuci sebanyak 7 unit. Adapun paket Laverie 2 akan mendapat 10 unit mesin cuci dan paket Laverie 3 dengan 15 unit mesin cuci. Selain mesin cuci pakaian, si mitra akan memperoleh mesin pengering, boiler, setrika gas, meja vakum, steamer, timbangan digital, dan beberapa peralatan laundry lainnya.

Si mitra juga akan mendapatkan perlengkapan gerai binatu, seperti meja penerima tamu, kursi, dan seragam. Media promosi seperti spanduk, brosur dan pin disediakan pula dalam paket tersebut.

Dedi mengutip biaya royalti 5% dari omzet tiap bulan. Mitra harus membeli bahan baku seperti deterjen, pewangi, dan plastik laundry dari pusat. “Karena masih baru, belum ada ketentuan masa kerja sama,” katanya

Konsultan wirausaha, A. Khoirussalim, menilai, konsep laundry self service seperti ini cukup berisiko. Pasalnya, konsep ini belum populer di Indonesia. Pasar laundry seperti ini lebih diterima di lingkup kota besar dengan lingkungan sosial terpadu. Seperti penghuni apartemen.

Belum lagi, nilai investasinya cukup mahal. “Kecuali peralatan yang digunakan sangat modern dan diimpor dari luar negeri,” tandasnya. (peluangusaha.kontan.co.id)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: