jump to navigation

Peluang Bisnis Kemitraan Shusi Januari 4, 2011

Posted by Raja Stationery in Peluang Bisnis.
trackback

Haik, ada tawaran sushi dari Semarang

Mengupas penawaran kemitraan Sushi Don Bouri asal Semarang, Jawa Tengah.

Kini, orang tak susah lagi jika ingin menyantap makanan berbau Jepang. Berbagai gerai, mulai dari model gerobak, kafe, dan restoran, menjajakan makanan, seperti bento, shabu-shabu, katsu, dan sushi.

Ada yang membuka usahanya secara mandiri, tapi banyak pula tawaran waralaba atau kemitraan makanan asal Jepang ini. Salah satu usaha kemitraan yang menjajakan makanan ini adalah Sushi Don Bouri yang berpusat di kota Semarang.

Beroperasi sejak tahun 2006, saat ini Sushi Don Bouri memiliki empat outlet. Tiga gerai milik sendiri dan satunya milik mitra. “Semuanya berlokasi di Semarang,” kata Yenny Sutanto, pemilik usaha Sushi Don Bouri.
Agar bisa menjadi mitra Don Bouri, Yenny menawarkan paket investasi sebesar Rp 50 juta. Nilai investasi itu untuk membuka gerai foodcourt di pusat perbelanjaan. Memang, hingga kini dia baru menawarkan satu jenis paket kemitraan itu.

Dengan dana investasi sebesar itu, calon mitra akan memperoleh gerai Sushi Don Bouri beserta perlengkapan memasak, alat makan, dan papan nama. Investasi untuk kerjasama selama tiga tahun tersebut juga memberikan pelatihan pengetahuan tentang produk selama tiga bulan. “Besarnya royalty fee Rp 1,5 juta tiap bulan,” kata Yenny.

Namun, royalty fee itu belum termasuk biaya kontrol kualitas rutin tiap bulan terhadap semua mitra. Menurut Yenny, kontrol kualitas menjadi hal yang mutlak dilakukan. Sebab, sushi adalah makanan sehat dan higienis. Itulah yang membuat sushi menjadi makanan kegemaran semua kalangan, mulai dari kelas bawah, menengah hingga kelas atas.

Yenny mengaku, saat ini bisa menjual 200 porsi makanan sushi per hari di tiap-tiap gerainya. Penjualan bisa bertambah saat libur akhir pekan atau hari libur nasional. Selain menjual sushi, dia menawarkan menu Jepang lain seperti bento. Namun, dua jenis makanan ini dijual dalam rentang harga Rp 10.000-Rp 25.000 per porsi. “Kebanyakan menu dijual pada harga Rp 15.000 per porsi,” imbuhnya.

Dengan total penjualan tersebut, Yenny mampu meraup omzet sebesar Rp 90 juta per bulan. Jika kita pukul rata dan membandingkannya dengan modal, usaha ini bisa balik modal dalam jangka waktu tiga hingga lima bulan.
Untuk memperoleh omzet sebesar itu, ada banyak rambu yang perlu diperhatikan. Apalagi, masih ada bahan baku impor seperti ikan salmon. Agar bahan baku ini tetap terjaga kualitasnya, order bahan baku oleh mitra dibatasi. “Biasanya mitra memesan tiga hari atau seminggu sekali,” kata Yenny.

Biaya pengiriman jadi tanggungan mitra. Ia menjamin bahan baku tiba sesuai jadwal tanpa perubahan kualitas.
Satu-satunya mitra Sushi Don Bouri saat ini adalah Ferry Pratikno. Dia sudah menjadi mitra usaha ini sejak April 2010. Alasannya, dia melihat potensi bisnis makanan Jepang cukup besar, utamanya sushi.

Itu dibuktikannya sendiri dengan meraih omzet antara Rp 1,5 juta-Rp 2 juta per hari. “Harga Rp 15.000-Rp 20.000 per porsi masih terjangkau oleh konsumen yang kebanyakan pelajar dan mahasiswa,” imbuhnya.

Dengan investasi sebesar Rp 50 juta, Ferry mengaku saat ini hampir seluruh modalnya sudah kembali. Dia tak membuka gerainya di area foodcourt pusat perbelanjaan. “Jadi, saya hanya perlu memenuhi gerai dengan meja dan kursi sebagai tambahan modal awal,” ungkapnya.

Berlokasi di area kampus Universitas Diponegoro, Semarang, Ferry optimistis gerainya bakal makin ramai. Operasionalnya dari pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB. Kini, dia memperkerjakan 11 karyawan dengan sistem kerja dua shift. (peluangusaha.kontan.co.id)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: