jump to navigation

Peluang Bisnis Waralaba Bakso Januari 2, 2011

Posted by Raja Stationery in Peluang Bisnis.
trackback

baksoSiapa yang tidak suka makan bakso? Niscaya, hampir sebagian besar masyarakat di negeri ini gemar mengudap panganan bola daging ini. Wajar jadinya jika penjual keliling dan gerai bakso masih terus menjamur.

Salah satu pelaku usaha yang mencoba peruntungannya di bisnis bakso adalah Bambang Widyatmo. Dengan merek dagang Bakso Tik-Tok, dia menekuni usaha tersebut di Surabaya, Jawa Timur.

Saat ini, ada lima gerai warung Bakso Tik-Tok yang menyediakan berbagai menu bakso dan mi. Satu berada di Gresik dan sisanya tersebar di Surabaya. “Warung Bakso Tik-Tok ini sudah ada sekitar 15 tahun lalu,” kata Bambang.

Berbagai menu makanan yang tersedia di Bakso Tik-Tok, antara lain, bakso polos, mi bakso, bakso campur, bakso urat, mi ayam, mi ayam bakso, dan siomay. Harga setiap menu di Bakso Tik-Tok Rp 6.000-Rp 9.000 per porsi.

Faktor usia gerai Bakso Tik-Tok yang terbilang senior di Surabaya mampu mendatangkan omzet jutaan rupiah per hari bagi Bambang. “Di gerai pusat Surabaya, omzet sehari bisa sampai Rp 5 juta hingga Rp 6 juta,” imbuhnya. Sedangkan di cabang lain bisa mencapai Rp 2 juta per hari.

Demi semakin melebarkan sayap bisnisnya, mulai Agustus 2010, Bambang membuka peluang waralaba bagi masyarakat yang berminat menjalankan usaha ini. Saat ini, Bambang sudah mendapatkan lima permintaan dari beberapa calon investor. “Permintaan waralaba antara lain berdatangan dari Semarang, Pasuruan, Mojokerto, dan Jombang,” katanya.

Sebagai tahap awal, Bambang baru menawarkan satu paket waralaba, yakni miniresto dengan ukuran gerai minimal 4 x 10 meter. Jika ingin menjadi terwaralaba Bakso Tik-Tok, Bambang mematok modal awal Rp 30 juta. Investasi sebesar itu terdiri dari peralatan lengkap seperti rombong mi ayam dan bakso, dandang mi, dandang bakso, peralatan makan dan minuman, kompor, blender, termos, serta botol sambal dan saos.

Termasuk franchise fee

Selain itu, terwaralaba juga mendapat bahan baku awal, seragam, spanduk, dan banner Bakso Tik-Tok. Investasi itu sudah termasuk franchise fee yang berlaku tanpa batas waktu sebesar Rp 15 juta.

Namun, terwaralaba masih harus menyediakan peralatan tambahan boks pendingin alias freezer. Terwaralaba juga mesti menyediakan seperangkat meja dan kursi.

Pada tahap selanjutnya, Bambang tidak akan memasok bahan baku bakso. Jadi, terwaralaba harus mencari bahan baku sendiri. “Kami hanya memberikan resep baksonya,” kata Bambang. Namun, dia akan memberikan pelatihan kepada calon karyawan terwaralaba sebelum usahanya berjalan.

Dengan investasi awal yang tidak sedikit, terwaralaba harus bisa menargetkan omzet usaha Rp 800.000 per hari. “Ini agar bisa mencapai target balik modal sekitar lima bulan,” imbuh Bambang.

Konsultan wirausaha, A. Khoerussalim, menilai, paket waralaba seperti yang ditawarkan Bakso Tik-Tok hingga kapan pun masih akan memiliki pasar prospektif. Sebab, pasar makanan ini tidak mengenal musim dan segmentasi umur. “Asal rasanya enak, lokasi dan pelayanannya cocok, bisnis bakso bisa bertahan,” kata Khoerussalim.

Tapi, dia menyarankan agar calon mitra harus pintar menghitung ulang biaya investasi dengan fasilitas yang didapat. Sebab, menjalankan cabang dengan manajemen sendiri berbeda dengan sistem kemitraan. “Sistem kemitraan pun harus ditelisik, dengan meyakinkan mitra bahwa investasi mereka bisa kembali,” kata Khoerussalim. (peluangusaha.kontan.co.id)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: