jump to navigation

Peluang Bisnis Kemitraan Minuman Jahe Merah Januari 2, 2011

Posted by Raja Stationery in Peluang Bisnis.
trackback

Bisnis makanan dan minuman sepertinya lebih tahan krisis dibandingkan dengan sektor bisnis lain. Selain itu, keuntungan di sektor ini lumayan besar. Alhasil, pengusaha bisa mengembalikan modalnya lebih cepat.

Tak heran, banyak orang terjun di usaha makanan dan minuman. Apalagi, penawaran waralaba atau kemitraan bisnis ini terus bermunculan. Masyarakat pun semakin mudah menjajal peruntungan di bisnis ini.

Tak ingin tertinggal momen maraknya usaha tersebut, Untung Nugroho bersama rekannya mendirikan kemitraan Red Ginger Corner di awal tahun ini. Seperti namanya, lelaki berusia 38 tahun ini menjual minuman dingin berbagai rasa dengan menggunakan bahan baku jahe merah.

Sebelumnya, sejak tahun 2008, Untung memang telah menjadi produsen jahe merah instan. Ia menjual jahe merah instan itu berbentuk serbuk dalam dua kemasan. Yakni, kemasan sachet dan stoples.

Kemudian, timbul keinginan nya mengubah citra jahe merah. “Saya ingin citra jahe merah bukan untuk jamu, tapi bisa disajikan dengan lebih menarik dan dalam keadaan dingin,” ujarnya.

Untung membuka gerai pertamanya di Rawa Belong, Jakarta Barat. Gerai ini juga menjadi awal penawaran kemitraan Red Ginger Corner. Setelah lebih dari setengah tahun berjalan, Red Ginger Corner memiliki dua cabang dan lima mitra. Mereka tersebar di Sukabumi, Cilegon, Surabaya, dan Bandung.

Hingga kini, Untung masih menawarkan satu paket kemitraan yakni paket standar dengan harga Rp 7,5 juta. Dengan investasi sebesar ini, mitra mendapatkan booth, peralatan usaha lengkap, banner, satu stel seragam karyawan dan pelatihan karyawan. “Saya tidak membebankan biaya royalti sama sekali kepada mitra,” ujarnya.

Tapi, jika ada mitra yang ingin memiliki tempat lebih besar untuk membuat usaha bertipe restoran atau kafe, Untung bersedia menyediakan booth. Tentunya, booth untuk resto atau kafe ini lebih eksklusif dan harga investasinya lebih besar.

Paket investasi untuk tipe restoran atau kafe tergantung kebutuhan pembangunan interior. Sayang, hingga kini, Untung belum menghitung nilai investasi paket resto atau kafe ini. “Mungkin butuh biaya sekitar Rp 50 juta-Rp 100 juta,” imbuhnya.

Nantinya, mitra akan mendapatkan pasokan bahan baku jahe merah beraneka rasa dalam bentuk sachet. Di gerainya, mitra tinggal mencampurkan serbuk jahe merah itu dengan air. Lalu, minuman jahe merah disajikan dalam gelas bening dan dibubuhi topping krim yang ditaburi kacang, susu cair, dan sirup.

Saat ini, Red Ginger Corner menawarkan lima varian rasa, yang terdiri dari stroberi, vanila, espresso, creamy, original, cappucino, dan cokelat.

Dalam hitungan Untung, dengan asumsi penjualan 40 gelas per hari, mitra bisa mencapai break event point(BEP) atau balik modal dalam waktu lima bulan saja.

Yusman Firmansyah, salah seorang mitra Red Ginger Corner di Bandung, bilang, walaupun masyarakat selama ini lebih mengenal minuman ringan seperti kopi dan teh, prospek usaha jahe merah ini cukup cerah. “Asalkan pemiliknya mau mengenalkan produk baru seperti menu-menu Red Ginger Corner lebih gencar,” imbuhnya.

Yusman membuka gerainya di lingkungan kampus. Ia memilih lokasi kampus untuk mendapatkan konsumen yang lebih heterogen, yaitu kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus.

Awalnya, dia membuka gerai Red Ginger Corner di dekat Universitas Parahyangan Bandung (Unpar) pada Januari tahun ini. Sebulan kemudian, Yusman memindahkan gerainya tersebut ke kawasan kampus Politeknik Bandung. Dia memindahkan gerainya karena biaya sewa tempat di kampus Politeknik Bandung lebih murah.

Dengan penjualan rata-rata 20 gelas per hari, Iyus, panggilan akrabnya, bisa memperoleh omzet Rp 3 juta per bulan. Ia menjual segelas minuman jahe merah ini dengan harga Rp 5.000. Harga murah ini untuk menyesuaikan pasar yang dibidiknya. “Kami juga memberi promosi beli satu dapat satu untuk mendongkrak pendapatan,” katanya.

Meski begitu, menurut Untung, harga jual minuman jahe merah ini bisa mencapai Rp 7.000-Rp 10.000 per gelas. Sebab, penentuan harga jual sangat tergantung lokasi gerai. Buktinya, salah satu gerai milik Untung di Lippo Karawaci, Tangerang, bisa menjual minuman ini dengan harga Rp 7.000 per gelas. (peluangusaha.kontan.co.id)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: