jump to navigation

Peluang Bisnis Modifikasi Kendaraan Januari 1, 2011

Posted by Raja Stationery in Peluang Bisnis.
trackback

Tradisi mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang paling ditunggu oleh kaum pendatang. Saat merayakan Lebaran, mereka ingin berkumpul bersama sanak keluarga di kampung halaman.

Selain mengandalkan transportasi umum, sebagian orang lebih suka mudik menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil atau sepeda motor. Sebelum menempuh perjalanan jauh, tentu orang harus mempersiapkan kendaraan terlebih dahulu.

Biasanya, jasa modifikasi kendaraan baik sepeda motor dan mobil makin ramai mendekati Lebaran. Tak hanya performa mesin, bodi kendaraan pun perlu dipoles.

Kondisi ini merupakan berkah bagi para penyedia jasa modifikasi kendaraan. Aldi, pemilik bengkel modifikasi sepeda motor Bike Riders Shop di Bekasi, mengatakan, banyak calon konsumen yang menanyakan soal modifikasi sepeda motor. “Mereka survei dulu sambil menghitung besarnya biaya modifikasi,” ujarnya.

Biasanya, lanjut Aldi, permintaan modifikasi motor mulai ramai dua pekan sebelum Lebaran. Lantaran bengkel Aldi fokus menangani modifikasi mesin sepeda motor ketimbang bodi, konsumen yang datang lebih banyak ingin meningkatkan performa kapasitas silinder mesin atau bore-up.

Menurutnya, menjelang Lebaran, jumlah sepeda motor yang akan dimodifikasi meningkat hingga dua kali lipat. Bila pada bulan biasa sepeda motor yang datang hanya 30- 50 unit per bulan, dua pekan menjelang Lebaran jumlahnya mencapai 60 unit. Biaya modifikasi satu sepeda motor standar Rp 1,3 juta-Rp 5 juta.

Tak hanya memodifikasi sepeda motor, Aldi juga menyediakan suku cadang khusus yang dia buat sendiri. Dia menyebutnya bore-up kit. Harganya sekitar
Rp 900.000-Rp 1,5 juta per unit. “Khusus bore-up kit ini, penjualan bisa sampai Nusa Tenggara Timur, Papua dan Kalimantan,” imbuhnya.

Otomatis, lonjakan pelanggan membuat kantong Aldi semakin tebal. Omzetnya yang di bulan biasa sekitar Rp 30 juta per bulan, meningkat hingga Rp 60 juta menjelang Lebaran.

Ayung Zulkarnaen, pemilik usaha modifikasi kendaraan di Bandengan, Jakarta Timur, juga menikmati lonjakan permintaan modifikasi kendaraan hingga 100%. Tapi, Ayung lebih fokus mengerjakan modifikasi bodi kendaraan. “Saat ini, penjualan karbon printing yang sudah terlihat naik,” katanya.

Selain modifikasi kendaraan, Ayung juga memasok produk karbon printing untuk modifikasi badan kendaraan ke beberapa toko aksesori kendaraan. “Misalnya toko aksesori kendaraan di Otista dan Kreo di Ciledug,” ujarnya.

Harga jual karbon printing itu sekitar Rp 90 per centimeter (cm). Ayung bilang, biasanya bodi sepeda motor matik membutuhkan biaya sekitar Rp 500.000 untuk modifikasi dengan memasang karbon printing di badan motor.

Adapun biaya pemasangan karbon printing di badan mobil ternyata lebih murah karena kebutuhan karbon printing lebih sedikit. “Biayanya sekitar Rp 300.000, karena badan motor matik lebih luas ketimbang bagian mobil yang biasa dipasangkan karbon printing,” ujarnya.

Ayung menaksir bakal meraup omzet sampai Rp 80 juta menjelang Lebaran tahun ini. “Biasanya omzet rata-rata tiap bulan hanya Rp 40 juta,” ujarnya. (peluangusaha.kontan.co.id)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: