jump to navigation

Peluang Bisnis Jualan Kebab Januari 1, 2011

Posted by Raja Stationery in Peluang Bisnis.
trackback

Bisnis kebab kelas kaki lima sempat populer di negeri ini beberapa tahun lalu. Banyak pelaku usaha mencoba terjun ke bisnis roti isi daging khas Turki tersebut. Sayangnya, seiring berkembangnya inovasi bisnis makanan yang diciptakan sejumlah pelaku usaha, demam bisnis kebab memudar. Namun, bukan berarti cerita bisnis kebab telah tutup buku.

Buktinya, kini masih banyak pebisnis kebab yang menawarkan paket business opportunity alias kemitraan kepada masyarakat. Salah satunya CV Sahara Bogatama di Bekasi, Jawa Barat.

Menurut M. Iqbal Nur Al-Rasyid, Direktur Sahara Bogatama, pihaknya menawarkan business opportunitykebab sejak tahun lalu. Dia optimistis, melalui berbagai inovasi yang mereka persiapkan, bisnis kebab masih sangat gurih untuk digarap.

Apalagi, imbuh Iqbal, perusahaan yang dirintis ayah dan pamannya tersebut sudah berpengalaman di bisnis kebab sejak 1999. Asal tahu saja, selain menawarkan business opportunity, Sahara Bogatama juga produsen bahan baku kebab yang kemudian memasoknya ke sejumlah pelaku usaha kebab.

Daya jangkau pemasarannya pun luas. “Pelanggan kami tersebar hampir di seluruh Indonesia,” kata Iqbal. Saat ini Sahara menjual 15-20 ton daging kebab ke sekitar 75 pelanggan tetap.

Sahara Bogatama menjual daging kebab Rp 34.000 per kilogram (kg). Dus, omzet nya dari penjualan daging kebab berkisar Rp 400 juta- Rp 500 juta per bulan.

Omzet sebesar itu dapat terus bertahan dalam dua tahun terakhir ini. “Kalau ada yang bilang bisnis kebab mulai menurun, perlu ditanya lagi itu di daerah mana,” tukas Iqbal.

Pengalamannya sebagai pemasok daging kebab membuat Iqbal yakin menawarkan business opportunitykebab siap saji ini. Mengaku tak sekadar ikut-ikutan, lelaki ini mengklaim konsep business opportunity yang ditawarkannya tidak memberatkan mitra. Agar pelanggan mitra tak bosan dengan menu kebab yang ada, Sahara rutin mengeluarkan menu baru kebab.

Maintenance fee 5%

Nantinya, menu baru tersebut hanya diberikan kepada mitra Sahara Kebab. Sementara para pembeli daging kebabnya selama ini tidak akan mendapatkan pasokan daging kebab hasil inovasi tersebut. Salah satu kebab inovatif yang akan meluncur ke pasar tahun ini adalah kebab tuna.

Sahara Bogatama kini menawarkan empat paket business opportunity. Yaitu, paket dengan investasi Rp 10 juta, Rp 20 juta, Rp 27,5 juta dan ?Rp 40 juta. Investasi paling murah untuk model booth, sedangkan yang termahal berkonsep kafe.

Tak ada pungutan royalti tiap bulan dan biaya penggunaan merek yang dibebankan kepada mitra. Namun, mitra wajib menyetorkan biaya bulanan alias maintenance fee sebesar 5% dari omzet. Iqbal beralasan, biaya tersebut untuk memperbaiki kinerja dan manajemen mitranya.

Harga jual kebab dipatok minimal Rp 6.000 per potong. “Batas atas kami serahkan masing-masing karena disesuaikan sewa tempatnya,” kata Iqbal. Kini, ada delapan gerai Sahara Kebab, di mana lima di antaranya milik mitra.

Ketua Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Itta Supit Ginting menilai bisnis kebab masih diminati pemodal. Indikasinya, masih banyak pemodal yang berminat meski nama usahanya tidak tenar.

Namun, jajanan kebab yang bukan asli Indonesia, bisa jadi kendala bisnis ini untuk bertahan. “Kreativitas menjadi kunci,” kata Itta. (peluangusaha.kontan.co.id)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: