jump to navigation

Meracik laba dari gerai khusus ikan lele Januari 1, 2011

Posted by Raja Stationery in Bisnis Kreatif.
trackback

Bisnis makanan memang tak ada matinya. Makanya, semakin banyak pemodal di negeri ini yang terjun ke bisnis makanan. Dari jajanan kelas pinggir jalan hingga berkonsep restoran di sejumlah mal.

Eloknya, para pelaku usaha di sektor makanan sekarang juga semakin kreatif menciptakan jenis usaha makanan yang bisa menarik selera pasar. Salah satunya, seperti yang dilakoni Andreas Andi Bayu, pemilik restoran Lele Saurus di Yogyakarta. Restoran ini khusus menjual menu makanan berbahan baku serba ikan lele.

Ada sekitar 32 menu masakan lele di restoran ini. Di antaranya menu lele lombok ijo, lele saus tiram, lele balado, lele asam manis, dan mangut lele. Sesuai dengan nama merek usahanya, Lele Saurus, menu di resto ini merupakan lele ukuran jumbo dengan berat antara 5 ons hingga 2 kilogram (kg).

Harga setiap menu lele di resto ini bervariasi. Mulai dari Rp 6.000 per porsi hingga Rp 50.000 per porsi. Dengan harga yang terjangkau itu, Lele Saurus mendapat sambutan bagus dari pasar.

Untuk semakin melebarkan sayap bisnisnya, Lele Saurus membuka tawaran kemitraan kepada masyarakat yang berminat membuka usaha ini . Saat ini, Lele Saurus memiliki tiga mitra dan empat gerai.

Ada empat jenis paket kemitraan yang ditawarkan Lele Saurus. Yakni, Paket Bedah Resto dengan investasi awal sebesar Rp 40 juta, Paket Mini Resto senilai Rp 72,5 juta, Paket Medium Resto dengan investasi Rp 90 juta, dan Paket Resto senilai Rp 115 juta.

Setiap paket tentu memiliki fasilitas berbeda. Misalnya, Paket Bedah Resto khusus bagi calon mitra yang telah memiliki restoran atau rumah makan, namun ingin memanfaatkan kemitraan Lele Saurus. Setelah paket kemitraan disepakati, manajemen Lele Saurus tinggal datang mensurvei lokasi.

“Pada paket bedah resto, mitra mesti siapkan sendiri segalanya. Kami tinggal branding saja,” kata Andreas.

Sebaliknya pada ketiga paket lain, pemilihan lokasi restoran, peralatan dapur dan makan, serta meja dan kursi makan, menjadi tanggung jawab mitra.

Siapkan lahan sendiri
Dalam Paket Mini Resto, Medium Resto, dan Resto, mitra akan mendapatkan pasokan seluruh perlatan dan perlengkapan usaha. Mitra juga akan mendapatkan materi promo, seperti papan nama, menu, seragam karyawan, dan brosur promosi. Mitra juga mendapat pelatihan dan pendampingan saat awal beroperasi. “Kami juga lakukan survei untuk pemetaan kompetitor dan pasarnya,” imbuh Andreas.

Mitra pun tak usah khawatir soal jaminan pasokan bahan baku. Pasalnya, Lele Saurus akan menjaminnya. “Jadi, mitra tinggal memesan dan membayar bahan baku sesuai kebutuhan restoran tiap bulannya. Biaya ongkos kirim kami bebankan ke mitra,” kata dia.

Namun, mitra harus menyiapkan sendiri gerai usahanya. Tiap paket menuntut luas lokasi berbeda. Buat Paket Resto seluas 50 meter persegi (m²), Paket Resto Medium seluas 40 m², dan Paket Resto Mini seluas 30 m².

Andreas mengklaim, untuk Paket Resto, omzet usaha bisa mencapai Rp 60 juta per bulan. Dengan omzet sebesar itu, mitra akan balik modal dalam sekitar 11 bulan. “Tapi itu semua tergantung lokasi outlet mitra,” ujarnya.

Konsultan bisnis Khoerusallim Ikhsan, menilai, tawaran kemitraan Lele Saurus cukup prospektif seiring tingginya konsumsi ikan lele di negeri ini. “Penetrasi ke kota besar masih terbuka. Tapi, mitra harus pintar mempertahankan kualitas rasa makanan olahan lele. Ini supaya pelanggan tetap loyal,” katanya. (peluangusaha.kontan.co.id)


Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: