jump to navigation

Wirausaha Tak Kenal Kata "Pensiun" Desember 29, 2010

Posted by Raja Stationery in Tips Bisnis.
trackback

Kunci keberhasilan bisnis berpasangan adalah kepercayaan. Inilah yang telah dialami dan teruji pada pasangan Yenny Widjaja (58) bersama almarhum Sukyatno Nugroho, pendiri restoran Es Teler 77.

Yenny berkisah, suaminya tak hanya mewariskan restoran yang kini semakin berkembang di beberapa negara di Asia itu. Baginya, membangun bisnis bersama pasangan juga perlu menumbuhkan kepercayaan.

“Suami mewariskan contoh yang tidak pernah bisa dilupakan. Beliau sebagai suami tidak pernah mau menekan istri. Selalu memotivasi dengan memberikan kebebasan. Tidak pernah melarang,” katanya penuh haru, saat dijumpai Kompas Female dalam peluncuran buku tentang perjalanan bisnis Es Teler 77 sekaligus peringatan ulangtahun Sukyatno Nugroho beberapa waktu lalu.

Sikap yang tidak mengekang dari suami membuat Yenny lebih bersemangat menjalani bisnis restoran dengan menu rumahan milik keluarga ini. Bekerja tanpa rasa curiga membuat bisnis berjalan lancar tanpa hambatan konflik dalam pasangan.

“Butuh saling percaya. Jika saya sibuk dengan urusan dapur, suami sibuk dengan tugasnya sebagai marketing. Bekerja tambah semangat tanpa curiga,” lanjutnya, menambahkan pembagian tugas ini juga yang membuatnya bebas mengekplorasi menu di dapurnya.

Semangat ini masih menyertai Yenny untuk meneruskan bisnis bersama adik dan putranya. Bahkan bisnis menjadi kebanggaan bagi Yenny sebagai perempuan, dan ibu yang memberikan contoh kepada anak-anaknya.

“Tidak ada pensiun dalam wirausaha. Selama mau menjalani, masih sehat dan menghadapi dengan senang,” katanya lagi.

Justru menjalani bisnis memberikan semangat hidup bagi perempuan tiga anak ini. Bisnis memberikan aktivitas yang menimbulkan perasaan senang.

“Senang rasanya setiap bangun tidur, masih ada yang bisa dikerjakan, masih bisa merencanakan ingin melakukan apa lagi hari ini,” ungkapnya.

Hendy Setiono, pendiri usaha waralaba Kebab Turki Baba Rafi yang juga membangun brand Ayam Bakar Mas Mono bersama istrinya, Nilamsari, menceritakan pengalaman serupa.

Kepercayaan menjadi kata yang dilontarkannya dengan tegas saat ditanya mengenai rahasia sukses berbisnis bersama sang istri.

“Kepada siapa lagi percaya jika bukan kepada istri,” paparnya.

Kepercayaan yang dibangun inilah yang membuat Ayam Bakar Mas Mono berkembang dalam setahun beroperasi. Dengan kepemimpinan Nilamsari, brand kuliner ini semakin merambah Jakarta dan sekitarnya. (female.kompas.com)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: