jump to navigation

Peluang Bisnis di Kalimantan Terbuka Lebar Desember 29, 2010

Posted by Raja Stationery in Peluang Bisnis.
trackback

Jika merasa pulau Jawa sudah semakin padat, kesempatan berbisnis juga terasa tak lagi menggairahkan, pernahkah Anda terpikir mencari peluang di luar pulau? Di Kalimantan, atau Palangka Raya tepatnya.

Pengalaman sejumlah pebisnis lokal maupun pemula yang ingin menjajal keberuntungan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, bisa menjadi inspirasi.

Yemima Eka Ampung, perempuan muda pemilik wedding organizer (WO) di Malang, Jawa Timur, misalnya. Yemima mengaku tergerak untuk mengembangkan bisnis WO di Palangka Raya, kampung halamannya. Pengalamannya enam tahun tinggal di Malang, menyelesaikan kuliah sekaligus merintis bisnis jasa pernikahan, mendorongnya menggaet pasar lokal di daerah kelahirannya.

“Semua bisnis bisa berkembang di Palangka Raya. Laundry misalnya, dulu tak ada satu pun, tapi belakangan jadi booming. Begitu juga dengan WO, paradigma masyarakat bisa digeser dengan menjelaskan bahwa WO juga cukup penting untuk membantu pelaksanaan pernikahan,” papar Yemima kepada Kompas Female, beberapa waktu lalu.

Menurut Yemima, daya beli masyarakat di Kota Palangka Raya cukup kuat. Kuncinya, pebisnis bisa menjelaskan mengapa produk atau jasa yang ditawarkannya penting. Informasi yang jelas dibutuhkan masyarakat agar tertarik dan merasa penting untuk mendapatkan barang dan jasa yang ditawarkan.

Ketertarikan Yemima merintis bisnis di kota kelahirannya memang tak lepas dari aktivitas yang membuatnya kembali ke Palangka Raya. Perempuan asli suku Dayak ini mengikuti ajang Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2010 mewakili Kalteng. Yemima pun berhasil masuk tiga besar, dan meraih predikat Runner Up II dari Kalteng. Prestasi yang membanggakan dan menjadi pengalaman berharga bagi wirausahawan muda ini.

Berbisnis di Palangka Raya juga memiliki prospek bagus menurut Fathul Anwar. Bahkan Fathul meyakini, Palangka Raya akan terus berkembang ke depannya.

“Jika ingin berbisnis sebaiknya dimulai sekarang saat masih berkembang, karena nantinya akan semakin ramai,” kata Fathul saat ditemui Kompas Female di tokonya di Jalan Batam, Palangka Raya.

Jalan Batam dikenal sebagai pusat kerajinan khas Kalimantan dan suvenir. Pelancong atau pengunjung yang singgah ke Palangka Raya pastinya akan menyempatkan datang ke pusat belanja ini.

Deretan toko menjual beragam produk khas Kalimantan, seperti tas atau dompet dari manik dengan warna khas seperti kuning, merah, hitam. Kaos dengan desain ukiran khas Dayak atau sarung tenun Kalimantan serta beragam kerajinan termasuk senjata khas seperti Mandau juga tersedia.

Bahkan Fathul mengatakan, peluang bisnis tak hanya terbuka di kota ini, tetapi pengusaha atau pengrajin juga membuka kesempatan bagi retailer yang ingin memasarkan produk khas Kalimantan di pulau Jawa.

Keunikan, makna, dan nilai seni dari produk kerajinan Kalimantan memang menjadi daya jual tersendiri.

“Ongkos kirimnya hanya Rp 20.000 per kilogramnya. Ini bisa menjadi peluang bisnis di Jawa dengan bermitra pengrajin di Kalimantan,” tutur Fathul.

Sekilas mengenal Palangka Raya memang tak seramai kota lain di Kalimantan atau di Indonesia. Namun, ketenangan Kota Cantik (terencana, aman, nyaman, tertib, indah dan keterbukaan) ini menyimpan banyak potensi dan kesempatan. Kegigihan dan kemampuan menangkap kebutuhan dan peluang penduduk lokal menjadi kuncinya. (female.kompas.com)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: