jump to navigation

Bisnis Katering dengan Menu Sehat Desember 29, 2010

Posted by Raja Stationery in Bisnis Kreatif.
trackback

Kesadaran penduduk kota besar untuk mengonsumsi makanan sehat tampaknya semakin meningkat. Terbukti dari semakin banyaknya rumah makan yang menyajikan makanan sehat. Begitu juga katering yang khusus melayani pelanggan yang ingin mendapatkan menu dengan gizi seimbang, bahkan yang khusus menu vegetarian.

Salah satu usaha katering yang menyajikan menu-menu sehat ini adalah My Choice, yang dirintis oleh Merry Syanti Dewi sejak 2003.

Katering ini menyajikan menu masakan yang diklaim menggunakan bahan-bahan yang sehat dan menerapkan gizi seimbang. Bahan-bahan masakannya menggunakan bahan organik, sedangkan nasi putih digantikan dengan beras merah, ubi merah, dan roti gandum.

My Choice juga tidak menggunakan penyedap masakan, seperti vetsin, bahkan tidak menggunakan garam. Kunci dari cita rasa masakannya adalah bumbu-bumbu yang didapatkan dari penggunaan buah-buahan. Contohnya, rasa asam diperoleh dari jeruk lemon, jus jeruk, atau apel, sedangkan rasa manis dari kayu manis. Sup tom yam, misalnya, bumbunya diracik dari buah apel, belimbing, jus jeruk, tomat, dan lemon.

Untuk beberapa makanan yang menggunakan santan, Merry menggantikan santan dengan susu kedelai. Kebanyakan menu yang disajikan dibuat dengan cara direbus atau dikukus atau ditumis dengan sedikit minyak.

“Minyak yang kami gunakan adalah minyak canola dan olive oil. Dua jenis minyak ini tergolong nonkolesterol dan aman untuk memasak,” ujarnya kepada Kompas Female.

Menu yang ditawarkan katering My Choice kebanyakan menu ala Barat, seperti chicken fillet, tenderloin steak, salmon steak, meat loaf, chicken honey, atau chicken pasta. Untuk satu set menu (lengkap), Merry mematok harga Rp 60.000-Rp 130.000, sudah termasuk ongkos kirim. Satu set menu lengkap terdiri atas sup, salad, menu utama (daging/ikan/ayam), dan dessert (jus, susu kacang, buah atau jelly).

Segi kesehatan dan keamanan juga diperhitungkan oleh Merry dalam menyajikan masakannya. Ia tidak menggunakan kotak kardus atau styrofoam, tetapi wadah yang berkategori foodgrade (aman untuk masakan panas).

Anak ikut kontes kebugaran
Ide awal mendirikan My Choice berasal dari anak tertua Merry, Felix Cahyono, yang pada 2003 berniat mengikuti kontes kebugaran yang diselenggarakan oleh tempat fitnesnya.

Merry, yang saat itu memang sudah memiliki usaha katering, lantas berinisiatif menyiapkan sendiri makanan sehat buat sulungnya itu. Ia hanya mengandalkan kemampuannya memasak untuk mencoba-coba berbagai menu makanan sehat. “Saya menggunakan panduan memasak sehat untuk diet olahragawan. Semua rata-rata menu dari buku masakan asing,” katanya.

Apabila selama ini makanan sehat identik dengan rebus-rebusan, hambar, dan tidak memiliki rasa, di tangan Merry makanan sehat memiliki cita rasa yang tak kalah dengan makanan pada umumnya. Bisa ditebak kemudian, teman-teman Felix ternyata menyukai masakan Merry. Dari sanalah pesanan makanan sehat bermula.

Usaha katering pun beralih mengkhususkan diri menyajikan menu sehat. Merry sadar, saat itu konsep makanan sehat belum populer di kalangan masyarakat. Untuk memperkenalkan kateringnya, Merry menyebarkan flyer ke berbagai pusat kebugaran, fakultas kedokteran di Universitas Atma Jaya, apotek, sport club, hingga rumah-rumah biasa. Ia juga menawarkan kerja sama dengan beberapa majalah kesehatan, seperti Prevention dan Muscle.

Agar informasi mengenai bisnisnya makin mudah dijangkau khalayak, “Kami membangun website khusus dan Facebook,” ungkap Merry.

Pada 2006, Merry berhasil menjalin kerja sama dengan Celebrity Fitness untuk memberikan demo masakan sehat. Untuk mendapatkan pelanggan, Merry menerapkan semacam sistem multilevel marketing. Para personal trainerdiajak ikut menggaet pelanggan. Jika berhasil, mereka akan mendapatkan keuntungan sebesar 10 persen per bulan.

Orang yang belum mengenal katering My Choice tentu masih ragu untuk menerima tawaran ini. Untuk itu, Merry memberikan beragam jenis diskon, misalnya diskon 15 persen untuk mereka yang ingin mencoba, diskon satu kali gratis pengiriman dalam satu bulan untuk pelanggan, dan jika pelanggan berhasil mendapatkan tiga pelanggan baru, mereka mendapat bonus gratis ongkos kirim.

Keuntungan Rp 30 juta-Rp 40 juta per bulan
Mendirikan katering dengan segmentasi khusus, seperti My Choice, menurut Merry, membutuhkan modal yang ekstra. Modal awal sebesar Rp 100 juta digunakannya untuk membeli peralatan memasak khusus yang diimpor dari Amerika, bahan makanan, wadah saji, sarana transportasi, hingga iklan atau kegiatan demo.

Setelah bisnis berkembang, Merry juga masih menemui sejumlah kesulitan. Mulai dari pangsa pasar yang terbatas, pelanggan yang rata-rata cepat bosan, atau pelanggan yang mengeluhkan rasa masakan yang hambar atau rasa kurang pas.

Rata-rata pelanggan juga mengeluhkan harga masakan yang mahal. Namun, Merry selalu berusaha menjelaskan bahwa harga yang mahal itu dikarenakan penggunaan bahan-bahan, pengemasan, hingga menu dan porsinya yang diperhitungkan dengan cermat.

“Akhirnya mereka sadar kalau harga itu sangat reasonable,” ungkap perempuan yang juga membuka toko penganan di Mal Ambassador, Jakarta Selatan, ini.

Karena keterbatasan lingkup pemasarannya itulah, rata-rata pelanggan Merry saat ini adalah personal trainer, anggota pusat kebugaran, dokter, hingga orang-orang yang memiliki problem kesehatan, seperti diabetes, hipertensi, dan sakit jantung.

Hingga saat ini, order yang datang mencapai 20-30 boks per hari. Jumlah ini di luar pesanan arisan, ulang tahun, atau pesanan dalam jumlah besar lainnya. Dalam sebulan, Merry bisa meraup keuntungan bersih Rp 30 juta-Rp 40 juta.

Berangkat dari kebiasaan makan makanan sehat dalam keluarganya, kini Merry bisa menularkan kebiasaan tersebut kepada masyarakat umum. Dan, mendapatkan keuntungan darinya. (female.kompas.com)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: